Nusantara — Dokumentator independen asal Kalimantan Timur, Dian Rana, kembali mengangkat isu seputar Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui video terbarunya yang diunggah di kanal media sosial pribadi. Dalam video tersebut, Dian menyoroti pidato Presiden RI Prabowo Subianto sepulang dari kunjungan kenegaraan ke Prancis yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Perbincangan di media sosial sebelumnya banyak menyoroti wacana pembelajaran bahasa Prancis di sekolah-sekolah Indonesia. Namun, bagi Dian Rana yang selama ini aktif mengikuti perkembangan pembangunan IKN, ada hal lain yang justru menjadi perhatian utamanya, yakni tidak disebutkannya IKN dalam pidato Presiden.
“Saya awalnya berharap ada pembahasan tentang IKN karena sudah cukup lama isu IKN tidak dibawa langsung dalam pidato Presiden,” ujar Dian dalam videonya.
Dian mengaku menonton pidato tersebut secara penuh untuk memahami konteks pernyataan Presiden. Namun hingga akhir pidato, menurutnya, tidak ada penyebutan eksplisit mengenai Ibu Kota Nusantara. Hal itu memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, khususnya warga Kalimantan Timur yang berada di sekitar kawasan pembangunan IKN.
Sebagai warga yang tinggal di sekitar kawasan IKN dan mengikuti perkembangannya secara langsung, Dian menilai penyebutan IKN dalam forum internasional memiliki dampak strategis, terutama dalam membangun kepercayaan investor asing.
“Kalau nama IKN dibawa dalam pidato kenegaraan bersama kepala negara lain, tentu dampaknya besar. Investor luar negeri bisa semakin tertarik melihat keseriusan Indonesia terhadap proyek ini,” katanya.
Dalam video tersebut, Dian juga menyinggung kabar terbaru mengenai apresiasi investor asal Cina terhadap keberlanjutan pembangunan IKN di era pemerintahan Presiden Prabowo. Menurutnya, sinyal positif dari investor seharusnya dapat diperkuat melalui komunikasi publik pemerintah, termasuk lewat pidato resmi Presiden.
Meski demikian, Dian menegaskan dirinya tetap mendukung setiap keputusan pemerintah terkait masa depan IKN, baik dilanjutkan, ditunda, maupun terkait waktu perpindahan ibu kota, selama keputusan tersebut dianggap terbaik untuk kepentingan bangsa.
“Sebagai rakyat, saya akan tetap mendukung keputusan Presiden selama itu baik untuk negara. Tapi sebagai masyarakat yang berada di kawasan IKN, saya berharap ada kepastian atau setidaknya gestur yang menunjukkan perhatian terhadap IKN,” ujarnya.
Selain membahas isu IKN, Dian juga memberikan pandangannya terkait polemik pembelajaran bahasa asing yang ramai diperbincangkan setelah kunjungan Presiden ke Prancis. Ia menilai penguasaan bahasa asing memang penting, namun penggunaan dan pengutamaan bahasa Indonesia tetap perlu menjadi prioritas.
Menurut Dian, masyarakat Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di ruang publik. Karena itu, ia berharap penguatan bahasa nasional tetap menjadi perhatian utama sebelum memperluas penggunaan bahasa asing di berbagai sektor pendidikan.
Video terbaru Dian Rana tersebut kembali memunculkan diskusi di kalangan warganet mengenai arah komunikasi pemerintah terkait IKN di era pemerintahan baru. Sejumlah komentar juga menyoroti harapan masyarakat Kalimantan Timur agar proyek strategis nasional tersebut tetap mendapat perhatian dalam forum-forum kenegaraan dan internasional.
Dian Rana sendiri selama ini dikenal aktif mendokumentasikan perkembangan pembangunan IKN dari sudut pandang masyarakat lokal. Sebagian dokumentasinya bahkan telah ditetapkan sebagai arsip statis oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), menjadikannya bagian dari dokumentasi sejarah pembangunan IKN untuk generasi mendatang.
%20-%20Dibuat%20dengan%20PosterMyWall.jpg)
