Dian Rana Terima Penghargaan ANRI atas Dokumentasi Pembangunan IKN pada Momentum Hari Kearsipan ke-55 tahun 2026

Dian Rana
By -
0

Jakarta — Dokumentator independen asal Kalimantan Timur, Dian Rana, menerima penghargaan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada Momentum Hari Kearsipan ke-55 tahun 2026 atas kontribusinya dalam penyelamatan dan pelestarian arsip pembangunan IKN.


Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala ANRI, Mego Pinandito, dalam kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Penyelenggaraan Kearsipan bagi Lembaga Negara, Perguruan Tinggi Negeri, Organisasi Kemasyarakatan, Organisasi Politik, dan Perseorangan yang berlangsung di Ruang Serbaguna Noerhadi Magetsari.

Dalam piagam penghargaan, ANRI memberikan apresiasi atas peran serta Dian Rana dalam penyelamatan dan pelestarian arsip yang memiliki nilai guna pertanggungjawaban nasional bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Berdasarkan keterangan resmi ANRI, arsip yang diserahkan berupa 27 nomor arsip dokumentasi pembangunan kawasan IKN tahun 2021–2022 dalam format digital (MP4) yang tersimpan dalam satu media penyimpanan. Dokumentasi tersebut merupakan hasil perekaman mandiri yang dilakukan sejak awal pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Dian Rana mengaku tidak pernah menyangka dokumentasi yang dibuat secara sederhana di lapangan akan menjadi bagian dari arsip sejarah bangsa.

“Saya tidak pernah menyangka kalau rekaman video yang dulu diambil dengan berbagai keterbatasan, bahkan sering ditolak saat berusaha mendekat, bisa menjadi bagian dari sejarah pembangunan IKN,” ujar Dian Rana.

Ia menjelaskan, proses dokumentasi di lapangan tidak selalu berjalan mudah. Akses terbatas, kondisi kawasan yang terus berubah, hingga perjalanan panjang menjadi bagian dari tantangan selama proses pengambilan dokumentasi berlangsung.

Selain mendokumentasikan pembangunan IKN melalui video, Dian Rana juga menuangkan pengalamannya dalam sebuah buku berjudul Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar yang diluncurkan pada 20 Mei 2026 dalam acara bedah buku di Universitas Djuanda.

Buku tersebut memuat pengalaman mengikuti perkembangan pembangunan IKN dari dekat sekaligus merekam berbagai cerita sosial yang berkembang di sekitar proyek nasional tersebut.

Dian Rana menilai dokumentasi masyarakat memiliki peran penting sebagai bagian dari memori kolektif bangsa. Menurutnya, sejarah tidak hanya lahir dari arsip resmi negara, tetapi juga dari rekaman warga yang menyaksikan langsung perubahan di lapangan.

Ke depan, Dian Rana berencana menyerahkan dokumentasi tambahan kepada ANRI. Sekitar 1.200 video lama yang sebelumnya berada di ruang publik digital kini mulai dikurasi dan diubah menjadi privat untuk diajukan secara bertahap sebagai arsip yang dinilai memiliki nilai sejarah.

“Semoga dengan penghargaan ini, makin banyak warga daerah yang tergerak untuk ikut menjadi bagian dalam penyelamatan arsip untuk generasi mendatang,” kata Dian Rana. 

Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)